Inilah Cara Memahami Klaim Pada Asuransi kendaraan bermotor MPM

Orang mungkin memilih asuransi kendaraan bermotor MPM untuk membantu dalam proses perbaikan saat berada di bengkel. Pemerintah saat ini tengah gencar mengadakan sebuah program-program terbaik bagi para pengguna asuransi dalam membantu permasalahan masyarakat di bidang kendaraan. Asuransi memang dinilai memiliki banyak manfaat yaitu dalam membantu setiap masyarakat melakukan perawatan dan perbaikan terutama biaya perbaikan yang begitu mahal. Meski saat ini telah banyak orang yang telah memiliki asuransi namun sebagian dari mereka kurang memahami dan mengerti apa saja prosedur yang berlaku dalam setiap klaim. Untuk mengetahui dan memahami anda perlu memastikan selalu membayar premi secara tepat waktu. Saat Anda memutuskan untuk memiliki sebuah asuransi di bidang kendaraan ada baiknya selektif untuk menentukan cara mendaftar atau melakukan pembayaran.

Pastikan agar penghasilan bulanan yang anda miliki mampu menutup semua atau mengcover biaya asuransi. Selain itu masa aktif menjadi salah satu acuan Apakah premi tersebut layak dijadikan klaim. Banyak dari sebuah perusahaan asuransi menetapkan masa aktif dalam jangka waktu 30 hari. Selain itu para pengguna asuransi harus memahami dan memastikan klausul pengecualian terkait asuransi yang dijalankan. Setelah resmi memiliki Asuransi kendaraan bermotor MPM dan memiliki polis maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti fasilitas terbaik yang akan anda dapatkan.

Berikut adalah beberapa prosedur dari MPM Insurance untuk mengajukan klaim asuransi mobil:

Prosedur Pengajuan Klaim*:

  1. Laporan Klaim melalui email atau telepon ke kantor MPMI atau Call Center
  2. Bisa datang langsung ke kantor MPMI terdekat.
  3. Bisa datang langsung ke Bengkel Rekanan MPMI.
  • Prosedur Kecelakaan:
    1. Memberikan formulir klaim yang sudah di isi (sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku dari perusahaan asuransi).
    2. Salinan atau fotokopi polis asuransi mobil.
    3. Salinan atau fotokopi SIM.
    4. Salinan atau fotokopi STNK.
    5. Surat keterangan dari kepolisian setempat (untuk bahan pertimbangan).
    6. Dokumen tanggung jawab pihak ke-3 (bila ada):
      • Surat pernyataan tentang tuntutan ganti rugi dari pihak ketiga (sebagai jaminan kerusakan dari pemegang polis kepada pihak ketiga).
      • Surat pernyataan tentang tidak adanya asuransi.
      • Salinan atau fotokopi SIM/KTP dan STNK.
      • Surat keterangan dari kepolisian setempat (untuk bahan pertimbangan).

 

beberapa kasus pengecualian yang terdapat pada suatu polis untuk perbaikan tertentu yang memang sudah ada sebelumnya wajib diketahui oleh pihak asuransi. Setelah itu pastikan anda mengecek platform asuransi tersebut Apakah berjalan sesuai yang diinginkan. Dan jika pada kartu asuransi tersebut terdapat perjanjian internasional maka Teleponlah pihak kcustomer service untuk menanyakan Lebih Detail. Dalam asuransi ada beberapa metode atau opsi untuk membayar di belakang sehingga saat melakukan klaim anda bisa membayar di kemudian hari. Dalam metode ini ada dua tipe yang dapat diklaim yaitu from klaim pada nasabah terhadap perusahaan penyedia serta kedua from yang terdapat pada keterangan bengkel yang memperbaiki.